Sekarang semua orang persetan dengan dosa
dosa bukan lagi hal yang harus dihindari
dihindari dengan rasa takut pada Nya
Pada Nya kini hanya ada senyuman
Senyuman karena melihat kelakuan Umat Nya
Umat Nya kini melakukan apa saja tanpa tau mana dosa dan pahala
Pahala kini tak lagi dipedulikan oleh kita
Kita tak mau menyentuh kitab yang sudah berdebu kini
kini yang kita sentuh adalah sesuatu yang sesuai dengan hobi
hobi kita yang katanya kesenangan
Kesenangan akan sesuatu yang indah
Indah yang kadang disalah artikan oleh kita
Kita kini persetan akan dosa
dosa bukan lagi hal yang harus dihindari
dihindari dengan rasa takut pada Nya
Pada Nya kini hanya ada senyuman
Senyuman karena melihat kelakuan Umat Nya
Umat Nya kini melakukan apa saja tanpa tau mana dosa dan pahala
Pahala kini tak lagi dipedulikan oleh kita
Kita tak mau menyentuh kitab yang sudah berdebu kini
kini yang kita sentuh adalah sesuatu yang sesuai dengan hobi
hobi kita yang katanya kesenangan
Kesenangan akan sesuatu yang indah
Indah yang kadang disalah artikan oleh kita
Kita kini persetan akan dosa

Aku diam sendiri mengutuk diriku yang sering melakukan dosa
Tangisan yang katanya salah satu arti taubat akan dosa
Tetap saja dosa itu kembali aku lakukan
Dosa itu layaknya dihindari
Tapi apa daya kudekati
Dosa itu indah
katanya
Neraka itu tak ada katanya pula
Ah aku tak tau dimana nanti aku berada
Surga Nya atau Neraka Nya?
Dosa dan taubat
Selaras
kini
Sebelumnya diposting disini : http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/04/05/d-o-s-a/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar